TANA TIDUNG – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kabupaten Tana Tidung terus berupaya memperbaiki kondisi infrastruktur jalan di wilayahnya.
Tahun ini, instansi tersebut mendapat Dana Bagi Hasil (DBH) sawit sebesar Rp2 miliar yang digunakan untuk pengaspalan sepanjang 280 meter di ruas Seputuk–Kapuak.
Kepala Bidang Bina Marga padaDPUPRKP Tana Tidung, Punjul Sidi Waluyo, mengatakan meski sebagian ruas sudah diperbaiki, aktivitas kendaraan berat yang melintas setiap hari menyebabkan sejumlah titik kembali mengalami kerusakan.
“Panjang total ruas Seputuk–Kapuak sekitar 11 kilometer, dan masih tersisa sekitar 5 kilometer yang belum diaspal,” ujarnya.
Ia menyebut, pemerintah daerah telah menargetkan seluruh ruas jalan Seputuk–Kapuak akan tuntas melalui skema multiyears mulai 2026.
“Sesuai arahan Pak Bupati, targetnya tahun 2026–2029 seluruh ruas Seputuk–Kapuak sudah hitam. Termasuk juga ruas Bebatu dan overlay, yang akan dikerjakan bertahap sesuai kemampuan anggaran,” tambah Punjul.
Untuk saat ini, DPUPRKP masih melakukan perawatan rutin secara swakelola, sambil menunggu alat berat yang saat ini difokuskan pada pekerjaan di wilayah Bebatu.
“Kami berusaha agar jalan tetap bisa dilalui masyarakat. Namun, kami harap kendaraan berat sementara dibatasi sampai jalan benar-benar siap,” pungkasnya. (rdk)
Jalan Seputuk–Kapuak Diperbaiki, Target Mulus Total 2026










