oleh

Pemkab Tana Tidung Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Operator IPLT: Dorong Sanitasi Aman Menuju “KTT Sehat”

‎‎TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

‎Melalui kegiatan Sosialisasi Pelayanan Lumpur Tinja dan Pelatihan Operator Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) yang digelar di Pendopo Djaparuddin, Tideng Pale Rabu (8/10/2025), Pemkab menegaskan pentingnya sanitasi aman dan pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

‎Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi dan Umum Setda Tana Tidung, Uus Rusmanda, mewakili Bupati Tana Tidung ini dihadiri Kepala DPUPRKP H. Hadi Aryanto, Sekretaris DPUPRKP Hendro, Kabid Cipta Karya Rico Ardianto,Kapolres Tana Tidung, Dandim 0914, narasumber, para kepala OPD, camat, kepala desa, serta peserta pelatihan.

‎Dalam sambutan Bupati Tana Tidung yang dibacakan Uus Rusmanda, disampaikan bahwa pembangunan sanitasi merupakan bagian penting dari visi dan misi pemerintah daerah untuk mewujudkan “KTT Sehat”.
‎“Kesehatan lingkungan adalah fondasi dari kesejahteraan masyarakat. Pengelolaan lumpur tinja yang baik bukan hanya urusan teknis, tapi juga investasi bagi kesehatan generasi masa depan,” ujarnya.


‎Bupati menegaskan, salah satu misi utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) adalah mewujudkan pembangunan infrastruktur dasar yang terpadu dengan tata ruang wilayah. Termasuk di dalamnya peningkatan kualitas perumahan, ketersediaan air bersih, dan pengelolaan air limbah domestik.
‎“Kami ingin memastikan setiap warga memiliki akses sanitasi yang layak dan aman. Ini adalah langkah konkret menuju masyarakat Tana Tidung yang sehat dan sejahtera,” tegasnya.

‎Sebagai bukti nyata, pada tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Tana Tidung telah membangun 30 unit tangki septik skala individual lengkap dengan toilet yang tersebar di beberapa titik pemukiman.

‎Program ini merupakan bagian dari kegiatan sanitasi berbasis masyarakat yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah maupun Dana Desa.

‎Lebih lanjut dijelaskan, Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang telah dibangun sejak tahun 2018 kini siap dioperasikan secara optimal. Melalui Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2023 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, pemerintah daerah mulai menerapkan sistem penyedotan lumpur tinja secara terjadwal dan terkelola.

‎Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk mendukung terwujudnya sanitasi aman dan berkelanjutan. Selain meningkatkan pelayanan publik, program ini juga diharapkan dapat melindungi sumber air baku dari pencemaran limbah rumah tangga.


‎Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memahami dampak dari sanitasi yang tidak aman.
‎“Kunci keberhasilan sanitasi bukan hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada kesadaran masyarakat. Kita semua harus bergerak bersama menuju lingkungan yang bersih dan sehat,” pesan Bupati.


‎‎Melalui sosialisasi dan pelatihan ini, Pemkab Tana Tidung berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di masyarakat dalam mendukung penerapan sanitasi aman. Dengan dukungan semua pihak, visi “KTT Sehat” diyakini akan terwujud, menjadikan Tana Tidung sebagai daerah yang bersih, sehat, dan berdaya saing.
‎“Sanitasi yang baik adalah cerminan peradaban masyarakat yang maju. Mari kita wujudkan Tana Tidung yang sehat, bersih, dan berkelanjutan,” tutupnya. (rdk)