Tana Tidung — Kabupaten Tana Tidung patut berbangga. Posyandu Teratai dari Desa Kapuak, Kecamatan Sesayap Muruk Rian, terpilih mewakili Provinsi Kalimantan Utara dalam lomba Posyandu tingkat nasional tahun 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Tana Tidung, M. Sarif, menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2004 tentang penyelenggaraan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
Dari kebijakan tersebut, pelaksanaan Posyandu diturunkan hingga ke tingkat provinsi dan kabupaten, termasuk melalui kegiatan lomba sebagai bentuk evaluasi dan apresiasi terhadap kinerja kader serta inovasi layanan masyarakat.
“Lomba ini berjenjang dari tingkat kabupaten, lalu provinsi, hingga nasional. Dari lima kabupaten/kota di Kalimantan Utara, Alhamdulillah Posyandu Teratai Desa Kapuak terpilih mewakili provinsi,” ungkap M. Sarif.
Penilaian lomba meliputi dua kategori utama, yaitu kinerja kader Posyandu dan pengelolaan Posyandu itu sendiri. Indikatornya mencakup tingkat keaktifan kader, cakupan kunjungan balita dan lansia, serta inovasi yang dilakukan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat.
“Salah satu indikator penting adalah data SKDN — mulai dari jumlah balita, yang memiliki kartu, hingga yang datang dan mengalami kenaikan berat badan. Di Kapuak, kadernya aktif sekali, bahkan mereka turun langsung ke rumah warga jika ada yang tidak datang ke Posyandu. Itu bentuk inovasi dan semangat jemput bola,” jelasnya.
Penilaian di tingkat nasional dibagi menjadi dua tahap, yaitu penilaian kader Posyandu dan penilaian Posyandu secara keseluruhan. Untuk Kabupaten Tana Tidung, penilaian kader dilaksanakan hari ini, sedangkan penilaian Posyandu akan dilakukan pada hari berikutnya.
Acara penilaian juga dihadiri oleh Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Tana Tidung, unsur Pokjanal Posyandu, Dinas PMD, Camat Sesayap, Kepala Desa Kapuak, serta tim Puskesmas setempat.
“Semua pihak terlibat dan bekerja sama. Tidak bisa jalan sendiri. Ini kerja tim antara kader, PKK, pemerintah desa, camat, hingga puskesmas,” ujar Sarif.
Ia menambahkan, hasil lomba bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah bagaimana kader dan pengelola Posyandu mampu meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
“Kalau juara itu bonus. Yang paling utama adalah peningkatan kapasitas kader, pelayanan kesehatan masyarakat, dan cakupan kunjungan Posyandu. Itu yang kita kejar,” tegasnya.
Saat ini, lomba Posyandu tingkat nasional diikuti oleh 38 provinsi di Indonesia, dan hasil penilaian akhir masih menunggu keputusan panitia pusat. Meski begitu, M. Sarif berharap Posyandu Teratai dapat membawa nama baik Tana Tidung dan Kalimantan Utara di tingkat nasional.(rdk)







