oleh

Bupati Tana Tidung Bilang Iraw 2026 Digelar Tidak Semeriah Tahun Lalu ‎

TANA TIDUNG — Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali mengisyaratkan bahwa perayaan Iraw pada 2026 mendatang kemungkinan besar tidak akan digelar semeriah seperti pada 2024 lalu.

‎Hal ini disampaikan sebagai bentuk antisipasi agar masyarakat tidak kaget jika pesta rakyat tersebut dibuat dengan skala lebih sederhana.
‎“Supaya tidak kaget nanti, saya mulai sampaikan dari sekarang. Kemungkinan besar di 2026 kita tidak akan membuat event atau pesta rakyat secara meriah,” ujar Bupati Ibrahim Ali.

‎Bupati menjelaskan, pada 2024 lalu Iraw berhasil digelar secara meriah di Lapangan RTH Joesoef Abdullah sesuai aturan yang memperbolehkan pesta rakyat diadakan setiap dua tahun sekali. Semula, 2026 direncanakan sebagai momen yang lebih besar dari 2024, terlebih dengan rencana peresmian pusat pemerintahan baru, taman budaya, balai adat, kantor bupati, dan kantor DPRD.
‎“Kita sudah siapkan lahannya, target kita panggung dan balai adat selesai, lalu sekalian syukuran peresmian kantor bupati dan DPRD baru di 2026. Itu keinginan kita. Tapi semua kita serahkan kepada Allah,” tuturnya.

‎Namun, faktor efisiensi anggaran menjadi alasan utama kemungkinan pengurangan skala acara. Selain itu, Bupati menilai Tana Tidung masih harus memperkuat promosi dan pemasaran produk budaya serta kerajinan tangan agar dapat bersaing dengan kabupaten tetangga, seperti Malinau, yang selama ini menjadi rujukan penyelenggaraan pesta rakyat meriah.
‎“Bukan kurang terampil, tapi pemasaran dan promosinya yang masih lemah. Akhirnya kegiatan budaya dan kerajinan kita kalah bersaing. Kalau orang buat pesta rakyat, perbandingannya selalu Malinau dan Tana Tidung,” kata Ibrahim

‎Meski demikian, ia menegaskan bahwa niat baik untuk mengembangkan budaya dan memperkuat daya saing daerah tetap menjadi prioritas. “Insya Allah kalau anggarannya memungkinkan, kita akan buat yang terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya. (rdk)