oleh

Pembangunan Dikebut, PHTC RSUD Akhmad Berahim Tana Tidung Hadir dengan Fasilitas Kelas Rumah Sakit Besar

TANA TIDUNG– Pembangunan RSUD Akhmad Berahim terus dikebut dan ditargetkan selesai lebih cepat dari jadwal kontrak. Rumah sakit yang dibangun melalui program PHTC (Pembangunan Hasil Terbaik Cepat) pemerintah pusat ini diproyeksikan menjadi salah satu rumah sakit dengan fasilitas pelayanan kesehatan unggulan di wilayah Kabupaten Tana Tidung dan sekitarnya.

‎Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan PHTC RSUD Akhmad Berahim, Dadang Supardiman, menjelaskan bahwa rumah sakit ini akan memiliki sejumlah fasilitas yang membedakannya dari rumah sakit lain dengan tipe yang sama.
‎“Yang paling utama adalah dari sisi pelayanannya. Di sini kita bangun ruang Cath Lab untuk tindakan jantung, ada layanan hemodialisa, kemudian fasilitas CT Scan, serta laboratorium sitoteknologi,” ujarnya.

‎Dengan fasilitas tersebut, tindakan medis yang selama ini harus dirujuk ke Tarakan atau bahkan ke Balikpapan, nantinya dapat ditangani langsung di Tana Tidung.
‎ “Semangatnya jelas, ini bagian dari kebijakan kesehatan Pak Presiden agar masyarakat di mana pun berada bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama dan berkualitas,” tambah Dadang.


‎Selain fasilitas peralatan medis modern, pembangunan RSUD Akhmad Berahim juga memperhatikan kenyamanan pasien. Rumah sakit ini menggunakan standar pelayanan dan infrastruktur yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

‎Di antaranya tersedia ruang perawatan VIP, sistem kelistrikan dengan backup power, pengolahan air, serta sistem pengelolaan limbah medis terpadu. Bahkan, pada lantai dua disiapkan fasilitas taman terbuka untuk memberikan suasana yang lebih nyaman bagi pasien dan keluarga.

‎Terkait kesiapan SDM, Dadang menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tana Tidung akan menyiapkan tenaga kesehatan sesuai standar kebutuhan layanan.
‎ “Alat boleh ada, tapi tanpa SDM kan tidak bisa digunakan. Jadi SDM-nya akan disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten,” tegasnya.


‎Meski kontrak pekerjaan berakhir pada 16 Desember 2025, pihaknya menargetkan pembangunan fisik dapat rampung pada akhir November agar memiliki waktu untuk serangkaian uji fungsi dan simulasi layanan.
‎“Setelah selesai, kita akan lakukan simulasi pemadaman listrik, aliran oksigen, dan seluruh sistem pendukungnya sebelum serah terima,” jelasnya.

‎Pekerjaan konstruksi rumah sakit ini sendiri dilakukan dengan sistem kerja intensif, hampir 24 jam setiap hari.
‎“Dari awal memang ini program cepat. Kalau tidak hujan, pekerjaan terus berjalan sampai malam,” terangnya.

‎Dengan kemajuan pembangunan dan kelengkapan fasilitas yang disiapkan, RSUD Akhmad Berahim diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan unggulan dan mengurangi angka rujukan masyarakat Tana Tidung ke daerah lain. ‎(rdk)