TANA TIDUNG – Pembangunan pusat pemerintahan (Puspem) Kabupaten Tana Tidung terus berprogres. Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Permukiman (PUPR-Perkim) menyebutkan, pembangunan kantor bupati dan DPRD yang dimulai sejak 2021 ditargetkan rampung secara keseluruhan pada 2028.
Kepala Dinas PU Tana Tidung, H. Hadi Ardianto, menjelaskan master plan puspem terbagi dalam empat zona. Zona satu untuk kantor bupati, zona dua kantor DPRD, zona tiga pusat kegiatan budaya, dan zona empat Islamic Center.
“Untuk kantor bupati, tahap pertama sudah selesai 100 persen. Tahap kedua kita fokus ke pekerjaan eksterior seperti ACP dan beton expose, sedangkan interior akan dikerjakan pada 2026,” ujarnya.
Hal serupa juga berlaku untuk kantor DPRD. Struktur bangunan sudah berdiri 100 persen, kini hanya menyisakan eksterior dan interior.
“Targetnya, eksterior selesai 2025, sementara interior termasuk mebeler akan dirampungkan 2026,” tambah Hadi.
Untuk 2025 menggunakan skema penganggaran parsial karena hanya mengerjakan eksterior, dan pekerjaan dasar landscap membangun akses jalan sampai pada agregat.
Ia menyebutkan, anggaran untuk eksterior dan penyelesaian finishing gedung utama kantor bupati tahun ini mencapai Rp41 miliar, belum termasuk landscape senilai Rp6 miliar di kantor bupati dan Rp 6 miliar DPRD. Gedung tambahan seperti gedung A dan B masing masing dianggarkan Rp11 miliar.
”Kita juga sedang menyelesaikan mengerjakan mechanical seperti
pemasangan AC, listrik dan hydran, termasuk juga partisi,” ungkapnya.
“Insya Allah 2025 nanti eksterior sudah terlihat 100 persen. Tinggal melengkapi interior dan landscape yang baru bisa diselesaikan penuh jadi aspal pada 2026 . Tahun ini landscape nya sampai pada dasar jalan agregat,” harapnya.
Karena itu, Hadi optimistis bisa melaksanakan upacara HUT RI dan Pemkab Tana Tidung seperti yang ditargetkan Bupati Ibrahim Ali.
”Insya Allah jika tidak ada efisiensi anggaran yang sudah kami skema kan, pada tahun 2026 sudah bisa ditempati,” ujarnya.
Selain kantor bupati dan DPRD, kawasan puspem juga akan dilengkapi dengan auditorium, indoor, taman budaya, Islamic Center, serta rumah jabatan yang direncanakan dibangun pada 2026–2027. Total luas landscape kantor bupati 17 hektare, dengan gedung utama masing-masing sekitar 6.000 meter persegi dan gedung penunjang 2.900 meter persegi, gedung A dan B 2.900 meter persegi.
Begitu juga dengan landscape atau lingkungan kantor DPRD 17 ha.
Untuk Empat gedung ditargetkan rampung pada 2028, dengan skema multi years di 2026. Hadi memastikan, pembangunan berjalan lancar tanpa kendala berarti karena material yang digunakan berasal dari pabrikan.
“Sekarang tinggal pasang, tinggal merakit saja,” pungkasnya.(rdk)













