TANA TIDUNG – Kabupaten Tana Tidung (KTT) resmi menjadi daerah pertama di Kalimantan Utara yang memulai pembentukan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI). Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, saat membuka Musyawarah PPDI yang digelar di Pendopo Djaparuddin Tideng Pale, Kamis (11/12/2025).
Menurut Ibrahim Ali, panitia pelaksana.
Musda PPDI telah bertemu dan menyampaikan bahwa organisasi tersebut sebenarnya telah lama berdiri secara nasional sejak dibentuk di Jawa Tengah pada tahun 2006. Namun hingga kini, belum ada di Kalimantan Utara yang memulainya.
“Di Kaltara belum ada yang memulai, dan KTT yang memulai ini,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung hadir memberi ruang dan dorongan agar wadah perangkat desa itu dapat berkembang.
Bupati menegaskan pentingnya peran PPDI sebagai organisasi yang mewadahi para perangkat desa seperti sekretaris desa dan para kaur. Ia berharap PPDI dapat memperkuat koordinasi dan sinergi di tingkat desa.
“Saya harap perangkat desa tetap menjadi tim tank Kepala Desa, bukan menjadi lawannya,” tegasnya.
Ibrahim Ali menambahkan, perangkat desa harus berperan aktif dalam menyukseskan program pembangunan yang sesuai kebutuhan wilayah, karakteristik desa, serta kepentingan masyarakat. Dengan dimulainya PPDI di Tana Tidung, ia optimistis organisasi ini akan menjadi motor peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan desa di Kaltara.
Sementara Ketua Panitia Musda PPDI Tana Tidung, Christoper, menjelaskan bahwa PPDI merupakan wadah persatuan perangkat desa yang berfungsi sebagai ruang berkumpul, berdiskusi, bertukar pikiran, hingga merumuskan gagasan-gagasan konstruktif bagi pembangunan desa.
“PPDI ini kami buka sebagai wadah. Tempat teman-teman perangkat desa berkumpul, berdiskusi, berdebat secara sehat, dan menghasilkan pemikiran yang bisa berkontribusi bagi daerah,” ujar Christoper.
Ia menambahkan, selain menjadi ruang silaturahmi antarperangkat desa, PPDI diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah melalui sumbangan ide, masukan kebijakan, hingga program yang dapat diterapkan di masing-masing desa.
“Kontribusinya ke pemerintah daerah bisa berupa gagasan, pemikiran, atau program yang bermanfaat. Intinya, kami ingin PPDI menjadi ruang silaturahmi pikiran,” tambahnya.
Musda perdana ini diikuti perangkat desa dari seluruh wilayah Kabupaten Tana Tidung. Dari 32 desa, masing-masing mengutus delapan perwakilan sehingga total peserta mencapai 254 orang.(rdk)
Bupati Buka Musda PPDi, Ibrahim Ali: Perangkat Desa Harus Jadi ‘Tim Tank ” Kepala Desa







