TANA TIDUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Tidung mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam seiring kondisi cuaca yang tidak menentu dan meningkatnya curah hujan di wilayah Bumi Upun Taka.
Kepala BPBD Tana Tidung, Didik Darmadi, mengatakan bahwa intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir berpotensi memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, terutama di wilayah rawan.
“Cuaca saat ini sulit diprediksi. Curah hujan meningkat dan disertai angin kencang di beberapa titik. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mengabaikan tanda-tanda awal potensi bencana,” ujar Didik Darmadi, Senin (22/12/2025).
Didik menjelaskan, masyarakat yang tinggal di daerah bantaran sungai, kawasan perbukitan, serta lereng yang rawan longsor diminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemantauan kondisi lingkungan sekitar secara berkala.
Selain itu, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, mengingat hujan dapat menyebabkan jalan menjadi licin dan jarak pandang terbatas. Risiko pohon tumbang juga perlu diantisipasi, terutama saat hujan disertai angin kencang.
“Kami juga mengajak warga untuk memastikan saluran air dan drainase di sekitar rumah tidak tersumbat sampah, karena ini menjadi salah satu faktor utama terjadinya genangan dan banjir,” jelasnya.
BPBD Tana Tidung turut mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di area rawan, seperti berteduh di bawah pohon besar atau berada di dekat baliho saat angin kencang, serta menjauhi lereng perbukitan ketika hujan deras berlangsung dalam durasi lama.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, masyarakat dianjurkan menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, senter, dan pakaian secukupnya, sehingga mudah dibawa apabila terjadi kondisi darurat.
Tak kalah penting, Didik meminta warga untuk aktif memantau informasi peringatan dini cuaca ekstrem dari instansi terkait, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi bencana.
“Jika terjadi keadaan darurat, segera laporkan kepada BPBD atau aparat terkait menggunakan media komunikasi yang tersedia. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegasnya.
BPBD Tana Tidung berharap dengan adanya kewaspadaan bersama dan kesiapsiagaan sejak dini, dampak bencana dapat diminimalkan serta keselamatan masyarakat tetap terjaga. (rdk)
Pemkab Tana Tidung Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem, Risiko Banjir dan Longsor













