NUNUKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Pemerintah Pusat resmi merealisasikan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun Anggaran 2025. Hadir mewakili Bupati Nunukan, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Juni Mardiansyah, M.AP., menyaksikan langsung penyerahan bantuan simbolis tersebut. Peresmian yang dipusatkan di RT 8 Desa Setabu, Kecamatan Sebatik Barat, Rabu (4/3/2026).
Juni Mardiansyah dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa hal Ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memeratakan akses energi di wilayah beranda depan NKRI.
Menurutnya, program ini bukan sekadar urusan teknis kabel dan lampu, melainkan instrumen penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
”Langkah ini adalah upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan ekonomi masyarakat. Dengan listrik yang layak, anak-anak di perbatasan kini bisa belajar dengan pencahayaan yang lebih baik di malam hari,” ujar Juni Mardiansyah.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara, H. Denny Harianto, yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), menegaskan bahwa listrik adalah penggerak utama kesejahteraan. Ia berharap bantuan ini dapat memicu aktivitas warga agar lebih produktif, terutama di sektor ekonomi rumah tangga.
Ia juga menyebutkan realisasi BPBL tahun ini merupakan buah kolaborasi strategis antara sember pendanaan APBN dan APBD Provinsi Kaltara. Total sebanyak 1.787 rumah tangga menjadi sasaran manfaat dengan rincian sebagai berikut:
Sumber Pendanaan Jumlah Sasaran Instansi Terkait. APBN 1.516 Rumah Kementerian ESDM RI APBD Provinsi 271 Rumah Pemprov Kaltara. Total Manfaat 1.787 Rumah.
Pada kesempatqn ini Anggota DPR RI Dapil Kaltara, Hj. Rahmawati, mengungkapkan bahwa percepatan bantuan ini bermula dari aduan warga melalui media sosial.
”Aspirasi ini masuk lewat Direct Message (DM) di Instagram pribadi saya. Langsung saya koordinasikan dengan dinas terkait dan Bapak Gubernur. Alhamdulillah, hari ini bisa terealisasi,” ungkap Hj. Rahmawati.
Ia juga menekankan bahwa kehadiran listrik di wilayah perbatasan adalah simbol kedaulatan negara. Selain listrik, ia memaparkan sejumlah program pusat lainnya yang dibawa ke Kaltara, seperti kuota 2.000 unit program Bedah Rumah serta program pendidikan SMA Garuda di Tanjung Selor.
Menutup rangkaian acara, Hj. Rahmawati mengimbau seluruh keluarga penerima manfaat untuk menjaga dan merawat instalasi listrik yang telah terpasang. Masyarakat diminta waspada terhadap kerusakan kabel sekecil apa pun guna menghindari risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran di lingkungan pemukiman. (*)
Ribuan Rumah Tangga di Kaltara Terima Bantuan Pasang Listrik Gratis, Hj. Rahmawati: Bermula Dari Aduan Masyarakat, Alhamdulillah Terealisasi













