oleh

PMII Nunukan dan Polres Bersinergi, Bagikan Takjil demi Ramadan Kondusif

NUNUKAN – Rencana aksi turun ke jalan yang sempat diwacanakan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Nunukan akhirnya dibatalkan. Sebagai gantinya, PMII memilih menggelar kegiatan sosial berupa pembagian takjil kepada masyarakat di bulan suci Ramadan, Senin (17/3/2026).

Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian PMII terhadap kondisi sosial di Kabupaten Nunukan. Sejumlah persoalan lokal, seperti isu hutan lindung dan persoalan masyarakat lainnya, sebelumnya menjadi perhatian serius organisasi mahasiswa tersebut.

banner 728x90

Ketua PKC PMII Kabupaten Nunukan, Yustin Yusuf, mengatakan pihaknya sempat berencana menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan sejumlah persoalan masyarakat oleh pemerintah daerah.

Menurut Yustin, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara maupun Pemerintah Kabupaten Nunukan perlu segera turun langsung ke lapangan untuk melihat persoalan yang dihadapi warga, sekaligus memfasilitasi audiensi dengan masyarakat terdampak.

“Pemda Nunukan kami anggap belum maksimal dalam mengatasi berbagai persoalan masyarakat. Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa ada tanggapan, kami siap turun bersama warga untuk menyuarakan aspirasi,” tegas Yustin.

Meski demikian, suasana Ramadan menjadi pertimbangan utama PMII untuk menahan diri. Ditambah adanya masukan dari Polres Nunukan agar situasi tetap aman dan kondusif selama bulan puasa.

Yustin menjelaskan, setelah melakukan konsolidasi internal, PMII akhirnya sepakat membatalkan rencana aksi dan mengalihkan energi gerakan ke kegiatan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.

“Awalnya kami memang berencana turun ke jalan. Namun atas masukan dari rekan-rekan kepolisian Polres Nunukan, kami menyambut baik saran tersebut. Kami memilih melakukan pembagian takjil sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat dalam suasana Ramadan,” ujarnya.

Kegiatan pembagian takjil yang turut melibatkan Polres Nunukan itu juga menjadi simbol sinergi antara mahasiswa dan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat selama bulan suci.

“Pembagian takjil bersama Polres Nunukan ini menjadi bentuk sinergitas dan komitmen kami untuk menjaga suasana tetap kondusif di bulan Ramadan,” tutup Yustin. (*)