NUNUKAN – Turnamen sepak bola Bupati Cup 2026 resmi digelar dengan semangat tinggi yang menyelimuti para pemain, official, dan suporter dari berbagai klub se-Kabupaten Nunukan. Ajang tahunan ini diharapkan menjadi wadah lahirnya bibit-bibit pesepak bola berbakat yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional.
Bupati Nunukan H. Irwan Sabri saat membuka turnamen menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang turut meramaikan Bupati Cup 2026. Menurutnya, kehadiran klub-klub dari berbagai wilayah menunjukkan bahwa semangat olahraga dan persaudaraan di Kabupaten Nunukan terus tumbuh dan berkembang.
“Selamat datang kepada seluruh pemain, official, dan para suporter dari berbagai klub se-Kabupaten Nunukan. Kehadiran saudara-saudara adalah bukti bahwa semangat olahraga dan persaudaraan di Nunukan terus hidup,” ucap H. Irwan sabri, Sabtu (6/6).
Bupati menilai pelaksanaan Bupati Cup tahun ini terasa lebih istimewa karena berlangsung berdekatan dengan final Piala Dunia 2026. Momen tersebut dinilai mampu menjadi inspirasi bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di lapangan.
“Euforia sepak bola dunia sedang tinggi-tingginya. Saya harap semangat itu menular ke lapangan ini. Tunjukkan bahwa Nunukan juga punya talenta, punya sportivitas, dan punya kebanggaan,” katanya.
Kepada para pemain, ia berpesan agar menjunjung tinggi nilai fair play dan mengutamakan prestasi dibandingkan emosi saat bertanding. Ia menegaskan bahwa kemenangan yang diraih secara terhormat jauh lebih bernilai dibandingkan kemenangan yang diperoleh dengan cara-cara tidak sportif.
Selain itu, ia juga mengingatkan para wasit dan hakim garis untuk menjalankan tugas secara profesional, adil, dan tegas demi menjaga kualitas pertandingan selama turnamen berlangsung.
“Keputusan wasit di lapangan menjadi kunci kelancaran turnamen. Masyarakat Nunukan menghargai kepemimpinan yang jujur,” tegasnya.
Bupati juga mengajak para official, suporter, dan masyarakat yang hadir untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama kompetisi berlangsung. Dukungan terhadap tim kesayangan diharapkan dilakukan secara positif tanpa mengganggu jalannya pertandingan maupun merusak semangat persaudaraan.
“Dukung tim dengan kreatif dan sportif. Sorak-sorai boleh, tetapi jangan sampai mencederai semangat persaudaraan. Keamanan turnamen adalah tanggung jawab kita bersama,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati turut menyampaikan penghargaan kepada panitia pelaksana, sponsor, aparat keamanan, tenaga medis, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan Bupati Cup 2026.
Ia berharap turnamen dapat berjalan aman, tertib, dan lancar hingga partai final. Lebih dari sekadar kompetisi, Bupati Cup diharapkan menjadi sarana pembinaan atlet muda serta melahirkan pemain-pemain potensial yang mampu mewakili Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, bahkan Indonesia di masa mendatang.
“Lahirkan bibit-bibit pesepak bola Nunukan yang kelak bisa membela Kalimantan Utara bahkan Indonesia,” pesannya.
Ketua KONI Kabupaten Nunukan Muhammad Yasin
menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan, khususnya Bupati Nunukan, atas komitmen dan perhatian yang diberikan terhadap pembinaan olahraga melalui penyelenggaraan Turnamen Sepak Bola Bupati Cup 2026.
Menurutnya, Bupati Cup bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi masyarakat serta sarana menjaring bibit-bibit atlet sepak bola potensial yang akan menjadi kebanggaan Nunukan di masa depan.
“Bupati Cup ini bukan sekadar turnamen. Ini adalah pesta rakyat, ajang silaturahmi, sekaligus tempat lahirnya atlet-atlet sepak bola Nunukan masa depan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua KONI juga mengingatkan seluruh peserta, official, dan suporter agar menjunjung tinggi nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung. Ia menegaskan bahwa kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari proses dalam olahraga. Karena itu, seluruh tim diminta menghormati keputusan wasit, menghargai lawan, dan menjaga semangat fair play di setiap pertandingan.
“Menang itu indah, kalah itu pelajaran. Juara sejati bukan yang angkuh saat menang, tetapi yang besar hati saat kalah,” tegasnya.
Selain itu, turnamen ini diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan, seleksi, dan penggalian potensi terbaik atlet sepak bola daerah. Para pemain diminta menunjukkan kemampuan terbaik mereka sebagai bekal untuk jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
Kepada para suporter, ia mengajak untuk menciptakan atmosfer pertandingan yang meriah namun tetap aman dan kondusif. “Mari kita ciptakan suasana pertandingan yang riuh, semarak, tetapi tetap tertib dan aman. Stadion ini adalah milik kita bersama, sekaligus menjadi harga diri masyarakat Nunukan,” pungkasnya. (*)








