NUNUKAN – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (KemenIMIPAS) melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Timur menggelar bakti sosial berupa layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat di Pulau Sebatik, Rabu (29/7/2026).
Sebanyak 250 warga Pulau Sebatik memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus menerima paket bantuan sosial. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat di wilayah perbatasan. Selain itu, Imigrasi juga menyalurkan tambahan 20 paket bantuan sosial kepada masyarakat di Desa Binaan Imigrasi Aji Kuning.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Timur, Nurudin, mengatakan kehadiran Imigrasi tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan keimigrasian, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Pelayanan publik tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan keimigrasian yang cepat dan profesional, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Nurudin.
Menurutnya, kawasan perbatasan memiliki posisi yang sangat strategis. Sebatik bukan sekadar wilayah administratif, melainkan salah satu beranda Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Karena itu, perhatian terhadap masyarakat perbatasan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi keamanan dan keimigrasian, tetapi juga pada aspek kesehatan serta kesejahteraan masyarakat.
“Wilayah perbatasan memiliki posisi yang sangat strategis sehingga membutuhkan perhatian bersama, baik dari aspek pelayanan, kesehatan, maupun kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nurudin juga menyerahkan bantuan obat-obatan secara simbolis kepada Puskesmas Desa Binaan Imigrasi. Bantuan itu diharapkan dapat mendukung ketersediaan obat sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah perbatasan.
Usai penyerahan bantuan, Nurudin bersama Analis Keimigrasian Ahli Utama M. Adnan dan jajaran meninjau langsung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan serta penyaluran bantuan sosial. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh pelayanan berjalan optimal dan bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak.
Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke sarana dan prasarana di kawasan PLBN Sebatik serta Unit Layanan Paspor (ULP) Sebatik. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian agar masyarakat perbatasan memperoleh akses layanan yang lebih mudah, cepat, dan berkualitas.
Kegiatan ini juga mencerminkan kuatnya sinergi lintas instansi di wilayah perbatasan. Unsur Forkopimda, Forkopimcam, Satgas Pengamanan Perbatasan, Kepala PLBN Sebatik, komunitas CIQ, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat turut hadir dan mendukung pelaksanaan kegiatan.
Bagi Imigrasi, kolaborasi berbagai pihak menjadi modal penting dalam membangun pelayanan publik yang tidak hanya berorientasi pada tugas dan fungsi, tetapi juga mengedepankan pendekatan yang humanis.
Nurudin menegaskan masyarakat perbatasan harus benar-benar merasakan kehadiran negara melalui pelayanan yang memberikan manfaat nyata. Menurutnya, pelayanan yang dekat dengan masyarakat akan memperkuat kepercayaan publik sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan warga di kawasan perbatasan.
“Kami ingin terus menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berdampak bagi masyarakat,” tutupnya.














