oleh

Tim Smart Patrol SPTN Temukan Satwa Dilindungi di Kawasan TNKM

NUNUKAN – Keberadaan satwa dilindungi jenis trenggiling (Manis javanica) berhasil didokumentasikan Tim Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM). Temuan itu buah dari smart patrol di Resort Krayan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Taman Nasional Kayan Mentarang.

Penemuan ini menjadi bukti nyata fungsi vital kawasan konservasi di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia sebagai habitat penting bagi keanekaragaman hayati Kalimantan.

banner 728x90

Keberadaan trenggiling, yang merupakan satwa langka dan paling banyak diperdagangkan secara ilegal di dunia, terkonfirmasi melalui hasil monitoring tim di lapangan. Kegiatan smart patrol sendiri merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan pihak TNKM dalam perlindungan dan pengamanan kawasan hutan dengan melibatkan masyarakat lokal dan stakholder terkait untuk memantau ancaman dan mengidentifikasi potensi kawasan.

Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang Seno Pramudito, S.Hut. M.E., menyatakan apresiasinya atas temuan tersebut dan menekankan pentingnya upaya konservasi berkelanjutan. Baginya, dokumentasi keberadaan trenggiling sangat berharga.

“Banyaknya satwa trenggiling yang dijumpai ini menunjukkan bahwa kondisi habitat satwa ini di Taman Nasional Kayan Mentarang masih terjaga dengan baik dan mampu mendukung kehidupan satwa-satwa kunci yang dilindungi,” ujar Seno Pramudito, dalam keterangan resminya.

Untuk itu, ia menyampaikan apresiasi kepada personel yang bertugas di lapangan. Serta, masyarakat adat dan stakeholder terkait yang masih berusaha menjaga kelestarian Kawasan TNKM dengan baik.

“Sehingga rumah atau habitat bagi satwa-satwa liar dan ekosistem TNKM ini dapat terjaga dengan baik,” tambahnya.

Sementara, ‎Kepala SPTN Wilayah I Balai TNKM, Hery Gunawan, menjelaskan detail operasional tim dilapangan. SPTN Wilayah I sendiri mencakup area konservasi yang sangat luas, mencapai 272.930,01 hektar yang berada daerah Krayan dan Lumbis disepanjang perbatasan Kabupaten Nunukan.

Dijelaskan, Spatial Monitoring and Reporting Tools (SMART PATROL) merupakan seperangkat alat yang memungkinkan untuk mengumpulkan, menyimpan, analisis dan mengevaluasi data spasial. Maksud kegiatan ini yaitu untuk menghimpun data patroli yang terorganisir dalam satu database.

“Tujuannya, melakukan patroli di wilayah kawasan konservasi dengan output luasan. Kedua, mengetahui potensi ancaman tipihut. Ketiga, mengidentifikasi potensi kehati dan fitur alami di sepanjang jalur patroli.

‎‎”Tim Resort Krayan pada SPTN Wilayah I yang bertugas di Kecamatan Krayan, berhasil mengabadikan momen langka ini. Keberadaan satwa liar dilindungi ini kami konfirmasi saat tim melakukan kegiatan Smart Patrol pada malam hari oleh Polhut Balai TNKM,” jelas Hery Gunawan.

‎‎Temuan ini menegaskan kembali peran strategis Taman Nasional Kayan Mentarang dalam upaya perlindungan keanekaragaman hayati di level nasional maupun internasional.

‎‎”Penemuan ini memotivasi kami untuk semakin gencar melakukan inventarisasi Potensi kawasan. Kolaborasi dengan para stakeholder, masyarakat adat dan aparat setempat seperti TNI Perbatasan juga terus kami perkuat untuk menjaga kawasan TNKM Yang berada di wilayah perbatasan Indonesia- Malaysia,” tutupnya. (mwa)