TANJUNG SELOR – Suasana Ramadan di Tanjung Selor semakin semarak dengan digelarnya Parade Beduk Sahur oleh Persaudaraan Pemuda Kampung Arab, Senin (16/3) malam. Kegiatan yang menjadi bagian dari penutupan Kampung Ramadan ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme masyarakat.
Parade dimulai dari Masjid Al Inayah dan berakhir di Musholla At-Taqwa, Kampung Arab. Dentuman beduk yang menggema di sepanjang rute tidak hanya berfungsi sebagai penanda waktu sahur, tetapi juga menjadi simbol kegembiraan umat Islam dalam menjalankan ibadah di bulan suci.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Bulungan, Syarwani bersama Wakil Bupati Kilat. Kehadiran keduanya menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian tradisi keagamaan di tengah masyarakat.
Bupati Syarwani mengapresiasi semangat generasi muda dalam menjaga tradisi budaya bernuansa religi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Kegiatan seperti ini sangat positif, karena tidak hanya memeriahkan Ramadan, tetapi juga mempererat kebersamaan dan menjaga nilai-nilai budaya,” ujarnya.
Menurutnya, beduk sahur memiliki makna lebih dari sekadar alat komunikasi tradisional.
“Beduk adalah simbol syiar Islam sekaligus wujud kegembiraan umat dalam menyambut dan menjalankan ibadah Ramadan,” katanya.
Ia berharap, tradisi tersebut dapat terus dilestarikan dan dikembangkan oleh generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya lokal.
“Kami berharap generasi muda terus menjaga dan melestarikan tradisi ini agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” pungkasnya. (adv)








