oleh

Wakil Dubes Australia Puji Pendidikan Inklusif Bulungan, Belajar Bersama Siswa SDN 015 Tanjung Selor

TANJUNG SELOR – Komitmen Pemkab Bulungan dalam membangun pendidikan inklusif mendapat apresiasi internasional. Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, turun langsung mengikuti proses belajar bersama siswa SD Negeri 015 Tanjung Selor, Rabu (6/5).

Kunjungan tersebut dilakukan bersama Wakil Bupati Bulungan, Kilat, untuk melihat secara langsung penerapan sistem pendidikan inklusif yang selama ini dikembangkan di Kabupaten Bulungan melalui kerja sama Program INOVASI Indonesia–Australia.

banner 728x90

Suasana pembelajaran di kelas 3 SDN 015 tampak berbeda. Guru terlihat aktif mendampingi siswa secara personal dengan metode belajar yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masing-masing anak, termasuk bagi siswa berkebutuhan khusus.

Gita Kamath mengaku terkesan dengan pendekatan pembelajaran yang diterapkan sekolah tersebut. Menurutnya, para guru mampu memahami karakter dan kemampuan setiap siswa sehingga proses belajar berjalan lebih adaptif dan nyaman.

“Saya sangat terkesan. Guru di sini benar-benar memahami perbedaan kemampuan siswa dan mampu menyesuaikan pembelajaran agar setiap anak bisa berkembang,” ujar Gita.

Ia menilai pendekatan pendidikan inklusif seperti yang diterapkan di Bulungan menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dan tenaga pendidik dalam memastikan seluruh anak memperoleh hak pendidikan tanpa diskriminasi.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kunjungan itu adalah penggunaan Profil Belajar Siswa (PBS). Sistem tersebut membantu guru memetakan kemampuan, minat, dan kebutuhan belajar setiap murid sehingga metode pembelajaran dapat dirancang lebih fleksibel dan tepat sasaran.

Menurut Gita, penggunaan data dalam sistem pendidikan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memastikan bantuan kepada siswa diberikan sesuai kebutuhan.

“Jika sistem pendidikan dirancang sesuai kebutuhan anak, hasilnya tidak hanya meningkatkan akses, tetapi juga kualitas pembelajaran secara keseluruhan,” katanya.

Program pendidikan inklusif di Bulungan sendiri merupakan bagian dari kerja sama Pemerintah Indonesia dan Australia melalui Program INOVASI yang telah berjalan sejak 2017. Program tersebut awalnya fokus pada peningkatan literasi dasar sebelum berkembang ke penguatan sistem pendidikan inklusif.

Wakil Bupati Bulungan, Kilat, menegaskan bahwa pendidikan inklusif menjadi salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia di daerah. Pemkab Bulungan, kata dia, ingin memastikan seluruh anak mendapatkan kesempatan belajar yang sama.

“Setiap anak berhak belajar dan berkembang. Ini penting untuk masa depan daerah,” tegas Kilat.

Sejak berjalan hampir satu dekade, Pemkab Bulungan bersama Program INOVASI telah melakukan berbagai penguatan, mulai dari pelatihan guru, penyediaan bahan ajar, hingga pendampingan siswa yang mengalami kesulitan belajar dalam bidang literasi dan numerasi. Program tersebut kini telah menjangkau ratusan sekolah dengan dukungan APBD, dana BOS, serta sektor swasta.

Bahkan, sistem pendidikan inklusif di Bulungan disebut mampu membantu percepatan pemulihan pembelajaran pascapandemi Covid-19. Ke depan, Pemda Bulungan berencana terus mengembangkan inovasi pendidikan, termasuk pembelajaran fleksibel berbasis teknologi, integrasi layanan kesehatan anak, hingga penguatan layanan publik inklusif melalui pelatihan bahasa isyarat bagi aparatur sipil negara (ASN).

Kunjungan Wakil Duta Besar Australia tersebut sekaligus menjadi pengakuan atas langkah Bulungan dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan menjangkau seluruh anak hingga ke daerah terpencil.

“Pendidikan yang inklusif bukan hanya membuka akses belajar, tetapi juga membangun masa depan yang setara bagi seluruh anak,” pungkasnya. (adv)

Baca Juga