MALINAU – Kondisi fasilitas penunjang di Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah ini menjadi sorotan, khususnya pada bagian selasar atau pelindung panas di area tengah sekolah yang dinilai belum berfungsi optimal.
Padahal, keberadaan selasar memiliki peran krusial dalam menunjang kenyamanan dan keamanan aktivitas siswa sehari-hari.
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Robenson Tadem, menegaskan bahwa peningkatan fasilitas tersebut perlu segera menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Menurutnya, selasar bukan sekadar pelengkap bangunan, melainkan bagian penting dari lingkungan belajar yang ramah bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
“Fasilitas seperti selasar ini sangat penting untuk menunjang kenyamanan siswa. Perlu ada perhatian agar fungsinya bisa lebih maksimal,” ujarnya, belum lama ini.
Ia menekankan bahwa sekolah luar biasa membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan sekolah umum, terutama dalam hal penyediaan sarana dan prasarana.
Lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan terstruktur dinilai sangat berpengaruh terhadap perkembangan siswa.
“Kita harus melihat dari sisi kebutuhan siswa di SLB. Mereka membutuhkan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan mendukung aktivitas sehari-hari,” tambahnya.
Lebih lanjut, Robenson menyebut bahwa peningkatan kualitas sarana penunjang tidak hanya berdampak pada kenyamanan fisik, tetapi juga berkontribusi terhadap efektivitas proses pembelajaran.
Dengan fasilitas yang memadai, siswa dapat beraktivitas lebih leluasa tanpa hambatan cuaca maupun kondisi lingkungan.
“Kalau fasilitasnya memadai, tentu siswa akan lebih leluasa beraktivitas dan proses belajar bisa berjalan lebih baik,” jelasnya.
Sorotan terhadap fasilitas SLB ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur pendidikan, khususnya bagi sekolah-sekolah yang melayani peserta didik berkebutuhan khusus.
Upaya ini sejalan dengan komitmen menciptakan pendidikan yang inklusif dan merata di Kalimantan Utara. (adv)








